Rp 200 Miliar untuk Beasiswa Lulusan SMA/Sederajat
Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. Sp. GK on Facebook (Dirjen DIKTI)
Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. on Facebook (Rektor UNY)
”Lulusan SMA sederajat yang punya prestasi di bidang olahraga, seni, kepemimpinan, dan lain-lain juga mesti diberi kesempatan yang sama untuk mengakses beasiswa dari pemerintah,”
~Dr. Rochman Wahab, M.Pd.~
Pemerintah menyediakan anggaran beasiswa sebesar Rp 200 miliar bagi lulusan SMA sederajat yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Beasiswa ini diberikan mulai 2010 kepada 20.000 lulusan SMA sederajat yang berprestasi, namun kesulitan biaya untuk kuliah.
Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas di Jakarta, Jumat (13/11), menjelaskan, lulusan SMA berprestasi tersebut mendapat beasiswa Rp 10 juta per tahun untuk membiayai pendidikan dan bantuan hidup sehari-hari. Beasiswa itu dilanjutkan hingga mahasiswa lulus.
Dari data Depdiknas tahun lalu, tercatat angka partisipasi kasar (APK) lulusan SMA/SMK dan Madrasah Aliyah ke pendidikan tinggi baru 17,25 persen. Khusus lulusan SMA, sekitar 35,65 persen tidak melanjutkan kuliah.
Dari hasil penelitian Bappenas, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat dari golongan miskin untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi itu terkait dengan kemampuan membiayai pendidikan.
Menurut Fasli, dalam dua tahun terakhir, Depdiknas telah memberikan beasiswa masuk perguruan tinggi negeri kepada 2.000 lulusan SMA sederajat masing-masing sebesar Rp 5 juta. Namun, daya serap beasiswa itu tidak 100 persen karena tidak ada jaminan pembiayaan lanjutan selama kuliah.
”Akhirnya pola pemberian beasiswa diubah dan jumlah penerima beasiswa naik 10 kali lipat,” kata Fasli Jalal.
Untuk rekrutmen penerima beasiswa tersebut, lanjut Fasli, Depdiknas bekerja sama dengan perguruan tinggi. Ditargetkan pada akhir Januari 2010 pemerintah dan perguruan tinggi sudah selesai menetapkan kuota dan menandatangani nota kesepahaman penerima beasiswa.
Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan, penerima beasiswa mestinya jangan cuma siswa yang berprestasi secara akademik.
”Lulusan SMA sederajat yang punya prestasi di bidang olahraga, seni, kepemimpinan, dan lain-lain juga mesti diberi kesempatan yang sama untuk mengakses beasiswa dari pemerintah,” kata Rochmat.
Mewujudkan Cita-Cita untuk Memiliki Sistem Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau
Suatu Kota akan maju jika sistem pendidikannya baik dan berkualitas, dan sebaliknya suatu Kota akan hancur jika sistem pendidikannya buruk. Begutu pun Negara-negara yang dikenal sebagai bangsa besar dan maju sekarang ini mampu menjadi seperti kondisi mereka saat ini karena keberhasilannya dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas sekaligus terjangkau bagi warganya. Sehingga, setiap warga negara dapat menikmati proses belajar mengajar dengan sangat efektif dan efisien.
Hasilnya, terbentuklah manusia-manusia yang sangat unggul dan cerdas yang memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk berkontribusi demi kemajuan bangsanya. Tidak dapat kita pungkiri bahwa bangsa-bangsa besar itu berdiri di atas tetesan keringat dan curahan pikiran manusia-manusia unggul tersebut.
Sumber:
Bimbingan Ke Sekolah Tinggi dari E-Learning Kota Banjar
PERANGI KEBODOHAN DAN KEMISKINAN DENGAN PENDIDIKAN BERKUALITAS DARI Sekolah Maya Kota Banjar
Kompas (16/11/09), ELN
Bpk. Prihandoko
Visitors :193470 Org
Hits : 543517 hits
Month : 7735 Users
