Ekonomi Bisnis

Ekonomi Bisnis

 Berdasarkan tujuan dan strategi pembangunan yaitu untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya di bidang ekonomi pembangunan harus lebih ditekankan pada peningkatan yang bersamaan antara pertumbuhan ekonomi dengan pendapatan perkapita, sehingga akan mendongkrak daya beli untuk dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat.

Salah satu indikator yang dapat dipakai untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. Pertumbuhan ekonomi Kota Banjar dan perbandingannya dengan Jawa Barat dapat di lihat pada tabel. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Banjar cukup signifikan yaitu 4,20 % pada tahun 2003 menjadi 4,40 % pada tahun 2004. Hal ini disebabkan oleh naiknya kembali perkembangan produksi yang menyumbang cukup besar bagi PDRB Kota Banjar. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Banjar dapat dilihat melalui indikator pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. PDRB Kota Banjar Atas Dasar Harga Konstan naik dari Rp. 538.477,50 juta pada tahun 2003 menjadi Rp.562.184,33 juta tahun 2004. PDRB perkapita Atas Dasar Harga Konstan naik Rp.3.343.293,27 pada tahun 2003 menjadi Rp. 3.454.897,19 pada tahun 2004.

Pertumbuhan Perekonomian Kota Banjar mengalami pertumbuhan sebesar 4,71 persen pada Tahun 2006, sedikit lebih tinggi bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi Tahun 2005 yang sebsar 4,63 persen. meskipun mampu tumbuh sebesar 4,71 persen namun pertumbuhannya belum mampu beranjak ke posisi diatas pertumbuhan Jawa Barat yang sbesar 6,30 persen .sedangkan pada tahun 2007, capaian kinerja pertumbuhan ekonomi Kota Banjar sebesar 4,93 persen. laju pertumbuhan ekonomi yang terus menungkat menunjukan kinerja perekonomian daerah yang terus membaik pula, diman produktivitasnya dari aktivitas ekonomi di Kota Banjar secara perlahan mengalami peningkatan. walaupun demikian, jika dibandingkan dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi JAwa BArat, LPE KOta Banjar belum mampu melampaui pencapaian koinerja pertumbuhan ekonomi Jawa BArat yang sebesar 6,41 persen di Tahun 2007.

 

Tabel 1

Pertumbuhan Ekonomi Kota Banjar, dan Propinsi Jawa Barat Tahun 2002 – 2006 (Persen)

TAHUN
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI (%)
KOTA BANJAR
PROVINSI JAWA BARAT

 2002

3,30

4,14

 2003

4,20

5,12

2004
4,40
5,94
2005
4,63
6,08
                2006*) 
4,71
6,30

             2007*)

4,93

6,41

Sumber : PDRB Kota Banjar

Ket : *) angka sementara

 

Fasilitas perdagangan di Kota Banjar pada tahun 2005 terdiri dari pasar tradisional dan pasar modern serta diperkuat oleh pusat pertokoan termasuk pertokoan swalayan selain itu ditunjang oleh fasilitas perekonomian lainnya seperti Bank Pemerintah, Bank Swasta dan Koperasi. Perusahaan menengah dominan berada di wilayah kota sehingga frekuensi perdagangan di daerah kota cukup tinggi dan uang yang beredar pun cukup besar.

Tabel 2

Sarana dan Prasarana Perekonomian di Wilayah Kota Banjar Dari Tahun 2003 - 2005

NO
KETERANGAN
JUMLAH
2003
2004
2005

1

Fasilitas Perdagangan

 

 

 

 

- Jumlah Pasar Tradisional

3

3

3

 

a. Pasar Hewan

1

1

1

 

b. Pasar Modern

1

1

1

2

Lembaga Keuangan

 

 

 

 

- Bank Pemerintah

3

3

4

 

- Bank Swasta

3

3

6

 

- Koperasi Unit Desa (KUD)

4

4

3

 

- Non Koperasi Unit Desa

84

92

102

 

- Puskoptan

-

1

1

3

Pengusaha/Perusahaan

 

 

 

 

- Besar

10

10

16

 

- Menengah

43

63

94

 

- Kecil

1.241

1.402

1.640

Sumber : Perindagkop & PM, Tahun 2005

 

Struktur ekonomi secara kuantitatif bisa digambarkan dengan menghitung besarnya persentase peranan nilai tambah bruto dari masing-masing Sektor terhadap nilai total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Tabel 3

Distribusi Persentase PDRB Kota Banjar, dan Propinsi Jawa Barat Adh Berlaku Tahun 2004 (Persen)

NO
SEKTOR
DISTRIBUSI PERSENTASE (%)
KOTA BANJAR
PROV. JABAR
Tahun 2004
Tahun 2005
Tahun 2006*)
Tahun 2007*)
Tahun 2004
Tahun 2005
Tahun 2006*)
Tahun 2007*)

1

Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan

19,89
18,63
18,88

17,86

13,15
12,49
11,74
 

2

Pertambangan dan Penggalian

0,42
0,40
0,36

0,33

6,80
0,24
0,23

 

3

Industri Pengolahan

13,22
12,89
12,47

12,05

39,25
44,91
44,83

 

4

Listrik, Gas, dan Air Minum

1,18
1,18
1,11

1,07

2,60
3,05
2,83

 

5

Bangunan

6,04
5,73
5,76

6,53

2,78
3,11
3,20

 

6

Perdagangan, Hotel dan Restoran

30,00
32,29
31,99

32,18

17,64
20,14
20,48

 

7

Pengangkutan dan Komunikasi

7,86
8,09
7,90

7,36

5,28
5,59
6,20

 

8

Keuangan, Persewaan dan Jasa perusahaan

7,62
7,25
6,59

6,29

2,86
2,80
2,84

 

9

Jasa - jasa

13,77
13,54
14,94

16,33

8,44
7,67
7,64

 

Sumber : PDRB Kota Banjar

Ket : *) angka sementara

 

Dari tabel diatas, menunjukan bahwa Sektor Perdagangan Hotel dan Restoran paling dominan dalam pembentukan PDRB Kota Banjar, besarnya peranan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran pada tahun 2004 sebesar 30,00 persen. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan peranannya cukup dominan dengan 19,89 persen dan merupakan sektor kedua terbesar setelah Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sektor Jasa-jasa peranannya sebesar 13,77 persen dan merupakan penyumbang PDRB Kota Banjar di urutan yang ketiga.

Pada Tahun 2006 struktur perekonomian Kota Banjar di dominasi oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran masih merupakan sektor yangterbesar kontribusinya dalam pembentukan PDRB Kota Banjar yaitu sebesar 31,99 Persen .adapun sektor pertanian, memiliki kontribusi terbesar kedua dengan 18,88 persen ,sektor jasa sebesar 14,94 persen dan merupakan sektor dengan kontribusi terbesar ketiga terhadap PDRB kota Banjar

Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa pada di Tahun 2007 Sektor Perdagangan Hotel dan Restoranmasih merupakan sektor terbesar Kontribusinya dalam pembentukan PDRB Kota Banjar yaitu sebesar 32,18 persen. kemudian disusul, dengan Sektor Pertanian,yang memiliki kontribusi sebesar 117,86 persen dan sektor jasa-jasa berkontribusi sebesar 16,33 persen ketiga sektor tersebut, selama ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian Kota Banjar karena memiliki kontribusi paling besar terhadap PDRB Kota Banjar.

Sedangkan Kontribusi sektor-sektor lainya secara berturut-turut adalah sektor indrustri pengolahan sebesar 12,05 persen ,sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,36, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 6,53 persen .sementara dua sektor lainya yaitu sektor listrik, gas dan air bersih dan sektor pertambangan dan penggalian kontribusinya hanya dibawah 2 persen terhadp PDRB Kota Banjar. secara umum dapat pula ditarik kesimpulan bahwa struktur ekonomi KOta BAnjar masih didominasi oleh kemajuan sektor perdagangan, hotel, dan rertoran dan didukung peranan sektor pertanian dan jasa-jasa. kondisi tersebut menunjukan bahwa citra Kota Banjar sebagai Kota PErdagangan dan Jasa dengan tidak mengesampingkan sektor pertanian akan terus berlajut .